Roger Wenas

15 Apr 2026 435 kali dibaca

Teknologi Bahasa Pemrograman

Rust Lahir Diam-Diam

Rust dimulai bukan dari rapat perusahaan atau proposal akademis, tapi dari frustrasi seorang programmer di tangga apartemen yang lift-nya rusak.

Tahun 2006. Graydon Hoare, programmer di Mozilla, naik tangga menuju apartemennya di Vancouver. Lift di gedung itu rusak — lagi. Bukan kali pertama. Ia ingat: software di dalam lift itu juga ditulis manusia, dan pasti dalam C atau C++.

Tidak ada cara mengetahuinya, tapi ia mencurigai pelakunya: pointer salah, memori bebas yang masih dipegang, atau race condition di firmware. Bug yang sudah dikenal industri sejak tahun 1970-an, masih hadir di tahun 2006.

Itu malam yang membuat Graydon mulai menulis bahasa pemrograman sendiri.


Selama tiga tahun ia kerjakan diam-diam. Awalnya bahasa eksperimental, yang ia sebut "Rust" — meminjam nama jamur tahan lingkungan ekstrem yang tumbuh perlahan. Sintaksnya berubah-ubah. Compiler ditulis dalam OCaml. Tidak ada yang tahu. Tidak ada rencana publikasi.

Tahun 2009, ia sudah cukup percaya diri menunjukkan ke kolega di Mozilla. Mozilla saat itu sedang bersiap untuk perang browser babak kedua — Chrome baru rilis, dan Firefox butuh engine baru yang lebih aman dan paralel. C++ adalah pilihan tradisional, tapi Mozilla ingin alternatif.

Mozilla mensponsori Rust secara resmi tahun 2010. Graydon tidak lagi sendirian.


Apa yang membedakan Rust dari sekian banyak bahasa lain yang dilahirkan setiap tahun? Bahasa baru biasanya menjual kecepatan lebih, sintaks lebih bersih, atau ekosistem lebih ramah. Rust menjual sesuatu yang lebih kering: garansi.

Garansi bahwa kode yang lulus compiler tidak akan punya bug memori. Garansi bahwa data race adalah hal yang tidak mungkin terjadi. Garansi yang dikukuhkan oleh sistem tipe, bukan oleh runtime check yang bisa di-bypass.

Konsep ownership yang sekarang menjadi tanda tangan Rust tidak datang sekaligus. Selama 2010–2013, tim Rust mencoba banyak pendekatan: sigil-based pointers (@T, ~T, &T), garbage collector opsional, lifetime parameter yang implisit. Sebagian besar dibuang.

Borrow checker dalam bentuk yang kita kenal sekarang baru solid menjelang 2014.


Yang menarik dari sejarah ini: tidak ada perusahaan atau profesor yang mendesain Rust dari atas ke bawah. Ia tumbuh dari frustrasi seorang programmer di tangga apartemen, lalu berkembang lewat ribuan diskusi RFC di GitHub yang terbuka.

Banyak fitur datang dari komunitas: macro hygienic dari Niko Matsakis, pattern matching yang disempurnakan banyak orang, pendekatan trait yang berkembang dari satu RFC ke RFC berikutnya.

Graydon Hoare sendiri keluar dari proyek tahun 2013 — sebelum Rust 1.0 rilis. Ia bilang ia sudah tidak ingin lagi memimpin, dan tim sudah cukup matang berjalan tanpa dia.

Yang ia mulai sebagai keluhan tentang lift, tumbuh menjadi salah satu bahasa paling diperhitungkan di abad ke-21.

Tulisan terkait

Mungkin terkait

Berdasarkan kemiripan isi tulisan.