25 Apr 2026 246 kali dibaca
Ketika Raksasa Datang
Tahun 2020 adalah titik balik. Bukan karena fitur Rust. Karena pandemi mengubah cara dunia menulis software, dan Rust kebetulan berdiri di tempat yang benar.
Tahun 2020 adalah titik balik. Bukan karena fitur Rust. Karena pandemi mengubah cara dunia menulis software, dan Rust kebetulan berdiri di tempat yang benar.
Mozilla, yang melahirkan Rust, justru runtuh duluan. Bulan Agustus 2020, Mozilla layoff besar-besaran. Tim Servo di-bubarkan. Beberapa engineer Rust core kehilangan pekerjaan dalam satu hari.
Ironis: bahasa yang dipelihara Mozilla selama satu dekade, ditinggalkan saat ia paling matang.
Tetapi Rust sudah cukup besar untuk hidup tanpa Mozilla. Februari 2021, Rust Foundation resmi berdiri. Anggota awal: AWS, Google, Huawei, Microsoft, Mozilla. Setiap perusahaan membayar untuk infrastruktur, gaji core team, hosting crates.io.
Untuk pertama kalinya, Rust punya rumah formal yang independen.
Microsoft datang lebih awal dari yang banyak orang sangka. Sejak 2019, Mark Russinovich (CTO Azure) menulis bahwa Microsoft harus berhenti memulai project baru di C dan C++ untuk komponen sistem. "Memory safety bug menghabiskan biaya kami miliaran dolar."
Rust untuk Windows mulai serius. Driver, komponen kernel, beberapa core service Windows perlahan ditulis ulang.
Amazon mengikuti. AWS Firecracker (microVM yang menjalankan Lambda dan Fargate) ditulis dalam Rust. Rust di Linux container, di S3 critical path, di SDK resmi.
Discord, Cloudflare, Figma, Dropbox, Shopify — masing-masing punya story migrasi Go atau C++ ke Rust. Bukan untuk semua, tetapi untuk komponen di mana correctness atau performa benar-benar penting.
Yang paling mengejutkan adalah Linux. Linus Torvalds, yang terkenal skeptis terhadap bahasa baru, perlahan-lahan dibujuk oleh tim Rust for Linux. Pemimpin proyek Miguel Ojeda memulai 2019 sebagai eksperimen pribadi. Tahun 2022, kode pertama mereka masuk Linux 6.1.
Sekarang di 2026, modul-modul kernel baru — driver hardware, networking, storage — semakin sering ditulis dalam Rust. C masih dominan, tetapi kompromi tidak lagi diperdebatkan: Rust adalah pendamping legal dari C di Linux mainline.
Yang menarik: Linus Torvalds tidak suka semua hal yang Rust bawa. Ia mengeluh tentang debate trait yang panjang. Ia mengkritik beberapa idiom Rust yang dianggap terlalu abstrak. Tetapi ia menerima keamanan memori sebagai goal yang lebih besar dari preferensi gaya.
Itu mungkin signal terkuat dari semuanya. Saat Linus mengakui bahwa C tidak cukup, dunia software mendengar.
Komunitas Rust tetap tidak sempurna. Drama politik di Rust Foundation 2023 (soal trademark policy yang kontroversial) mencabik kepercayaan sebentar. Beberapa kontributor lama keluar. Tetapi institusi-nya bertahan, RFC tetap dibahas, rilis tetap konsisten setiap enam minggu.
Yang lahir di tangga apartemen Graydon Hoare, kini menjadi alat di dapur Linux, Windows, dan AWS.