Roger Wenas

1 Mei 2026 78 kali dibaca

Teknologi Bahasa Pemrograman

Ryan Dahl Membangun Dua Kali

Pencipta Node.js naik panggung di JSConf 2018 dan mengakui menyesali ciptaannya. Setahun kemudian, ia rilis Deno. Tujuh tahun setelah itu, dunia JS punya tiga runtime yang bersaing.

Tahun 2009, Ryan Dahl frustrasi dengan keterbatasan server JavaScript yang ada. Ia mengumumkan Node.js di JSConf EU. Konsep-nya: jalankan V8 (engine JavaScript Chrome) di luar browser, dengan model I/O non-blocking yang dipinjam dari Nginx dan Twisted.

Demo-nya sederhana: server HTTP yang bisa handle ribuan koneksi simultan dengan satu thread. Audiens berdiri.

Dalam dua tahun, Node menjadi dasar generasi web aplikasi baru. npm (rilis 2010) menjadi package registry terbesar di dunia.


Tahun 2012, Ryan menarik diri dari Node. Joyent (perusahaan tempatnya bekerja) tetap memelihara, kemudian menyerahkan ke Node.js Foundation, kemudian ke OpenJS Foundation. Ekosistem berkembang tanpa pencipta-nya.

Ryan pindah ke Google Brain, mengerjakan TensorFlow. Selama beberapa tahun, ia diam di soal JavaScript.


JSConf EU 2018. Ryan kembali ke panggung. Judul presentasinya: "10 Things I Regret About Node.js".

Daftar yang ia bacakan keras-keras:

  • Tidak menggunakan Promise (saat itu sudah standar di JS, tetapi Node sudah commit ke callback)
  • Sistem package monoton dengan node_modules yang gemuk
  • Tidak ada keamanan default — setiap script bisa akses semuanya
  • package.json yang terlalu rumit
  • Build system yang tidak ada dari awal
  • Ketergantungan pada npm yang tidak terdesentralisasi
  • Index.js convention yang aneh
  • Tidak ada dukungan TypeScript native
  • Pengelolaan error yang berantakan
  • Runtime yang tidak portable ke browser

Lalu ia bilang: ia akan mencoba lagi. Dengan Deno.


Deno (anagram dari Node) rilis stable 1.0 tahun 2020.

Filosofi-nya kebalikan Node:

  • TypeScript first-class, tidak perlu setup
  • Sandbox by default — script harus minta permission untuk akses network, file system, env
  • Modul lewat URL (mirip Go), tidak ada node_modules
  • Standard library yang konsisten, ditulis ulang
  • Built-in test runner, formatter, linter

Tahun 2020–2022, Deno menarik perhatian tetapi tidak mengganggu posisi Node. Migrasi keluar Node tidak terjadi. Ekosistem npm terlalu besar untuk ditinggalkan.

Deno tahun 2022 menambahkan kompatibilitas npm di Deno 1.28. Akhirnya Deno bisa import paket Node. Itu admission yang elegan: kita tidak bisa menggantikan ekosistem, kita bisa berdampingan.


Tahun 2022, kontestan ketiga datang. Bun, dibuat Jarred Sumner.

Bun ditulis dalam Zig (bahasa low-level mirip Rust tapi lebih ramah). Targetnya bukan filosofi, tapi performa: drop-in replacement Node yang 3–4× lebih cepat untuk hampir semua benchmark.

Bun rilis 1.0 tahun 2023. Berbeda dari Deno yang minta programmer berubah cara, Bun menerima ekosistem Node apa adanya dan cuma menjalankan-nya lebih cepat. Test runner built-in. Bundler built-in. Package manager built-in.

Bun jadi default banyak project baru di 2024–2025, terutama untuk CLI tools dan microservices.


Tahun 2026, ekosistem JavaScript runtime punya tiga pemain serius:

  • Node.js masih dominan. Versi 24 (2025) menambahkan TypeScript native. Stabil, konservatif, paling banyak production deployment.
  • Deno untuk programmer yang ingin keamanan default + ergonomis modern. Banyak dipakai di edge computing (Deno Deploy, Deno KV).
  • Bun untuk yang ingin Node tapi cepat. Dominan di CLI tools, build pipeline, dan project muda.

Tidak ada yang menang. Tidak ada yang kalah. JavaScript runtime adalah salah satu sedikit area di software di mana kompetisi membuat semua pemain lebih baik.


Yang menarik dari cerita Ryan Dahl: ia tidak mencoba mengubur Node. Ia juga tidak menjual Deno sebagai pengganti. Ia memberi satu lagi pilihan, mengakui kelemahan ciptaannya, dan membiarkan komunitas memutuskan.

Bahkan lebih menarik: Bun datang dari orang yang tidak pernah meminta izin Ryan. Itu bukti bahwa ekosistem JavaScript akhirnya cukup terbuka — siapa pun bisa menulis runtime baru, dan kalau cukup bagus, akan dipakai.

Yang dimulai sebagai presentasi pencipta yang menyesali karya-nya, jadi pemicu satu dekade inovasi runtime yang produktif.

Tulisan terkait

Mungkin terkait

Berdasarkan kemiripan isi tulisan.