Roger Wenas

1 Mei 2026 135 kali dibaca

Teknologi Bahasa Pemrograman

TypeScript di Tahun ke-13

TypeScript 13 tahun setelah rilis pertamanya. Bukan eksperimen Microsoft lagi. Sudah jadi default cara dunia menulis JavaScript.

TypeScript pertama rilis Oktober 2012. Anders Hejlsberg — perancang Turbo Pascal, Delphi, dan C# — memimpin proyek di Microsoft. Mereka mempresentasikan-nya sebagai "JavaScript yang diketik". Banyak yang skeptis: bahasa baru dari Microsoft, di era post-Silverlight, untuk men-superset bahasa yang sudah dipakai semua orang?

Penolakan awal masuk akal. Komunitas JavaScript baru saja melepas diri dari kekangan IE6, baru menemukan kemerdekaan di Node.js, dan tidak ingin kembali ke compile step.

Selama empat tahun, TypeScript bertahan tetapi tidak meledak. Sampai 2016.


Angular 2 rilis September 2016, sepenuhnya dalam TypeScript. Itu sinyal pertama: sebuah framework besar tidak menerima TypeScript sebagai opsi, melainkan menjadikan-nya prasyarat.

Lalu React. Awalnya React tidak menggunakan TypeScript secara internal (Facebook punya Flow), tetapi komunitas perlahan-lahan migrate. Pada 2020, mayoritas project React baru sudah TypeScript by default.

Vue 3 di-rewrite dari Vue 2 menggunakan TypeScript (rilis 2020). Svelte 4 dan 5 juga TS-first. Solid, Qwik, Astro — semua framework modern lahir TypeScript-native.

Tahun 2022, TypeScript sudah de-facto pilihan untuk frontend baru. JavaScript murni mulai terasa seperti memilih untuk tidak punya tools.


Yang ngebut adopsi TypeScript adalah dua hal: tooling dan ekosistem.

VS Code, juga produk Microsoft, mengenali TypeScript sebagai warga kelas satu. Auto-complete cerdas, refactor otomatis, navigation antar-file. Programmer Java atau C# yang pindah ke web tidak lagi merasa kehilangan IDE.

DefinitelyTyped (@types/*) menyediakan type definition untuk hampir setiap library JavaScript yang ada. Bahkan library yang ditulis dalam JavaScript murni jadi terasa seperti TypeScript.


Tahun 2024, langkah besar berikutnya: TypeScript native di Node.js.

Node.js 22 (April 2024) menambahkan flag --experimental-strip-types. Node.js 24 (2025) membuatnya default — file .ts jalan tanpa transpile. Bun dan Deno sudah lebih lama begini, tapi Node mengikuti.

Hasilnya: zero-config TypeScript dari command-line. node script.ts cukup. Tidak ada tsx, tidak ada ts-node, tidak ada swc, tidak ada build step.

Bagi programmer Python yang sudah bertahun-tahun terbiasa python script.py, ini akhirnya merata.


Yang lebih dramatis: tahun 2024 Microsoft mengumumkan tsc-go — TypeScript compiler yang ditulis ulang dalam Go. Anders Hejlsberg sendiri yang memimpin. Targetnya: type-checking 10× lebih cepat untuk codebase besar.

Beta dirilis akhir 2024. Stable rilis pertengahan 2025.

Untuk codebase TypeScript yang sudah berjuta-juta baris (Visual Studio Code, Microsoft Office web, dll), tsc-go adalah game changer. Project yang dulu memakan 30 detik untuk type-check, sekarang 3 detik.

Sebagian komunitas terkejut: Microsoft serius dengan TypeScript sampai mau menulis ulang compiler-nya dalam bahasa yang berbeda demi performa. Itu bukan investasi yang dilakukan untuk eksperimen.


Tahun 2026, TypeScript ada di tempat yang tidak pernah dibayangkan-nya tahun 2012:

  • Default frontend untuk hampir semua framework modern
  • Default backend Node
  • Native di V8/Node tanpa build step
  • Compiler sendiri ditulis dalam Go untuk kecepatan
  • Jutaan baris kode produksi di hampir setiap perusahaan tech

JavaScript tetap ada. ECMAScript tetap berkembang. Tetapi TypeScript adalah "JavaScript yang serius dipakai" — dan pembedaan itu tidak akan hilang dalam waktu dekat.


Apa yang membuat TypeScript bertahan dan menyebar saat banyak proyek serupa gagal?

Pertama, superset, bukan replacement. Setiap kode JavaScript adalah kode TypeScript yang valid. Tidak ada "rewrite" yang menyakitkan. Migrate file-by-file.

Kedua, structural typing, bukan nominal. Lebih cocok dengan cara JavaScript bekerja, lebih fleksibel dari Java/C#.

Ketiga, type inference yang agresif. Programmer jarang harus annotation manual. Compiler menebak dari konteks.

Keempat, kepemimpinan teknis konsisten. Anders Hejlsberg sebagai arsitek hampir 14 tahun. Tidak ada drama pivot besar.


Tidak semua bagus. TypeScript membawa beban-nya sendiri:

  • Sintaks generic kadang rumit (terutama dengan conditional types)
  • Type-only definitions yang membesarkan codebase
  • Build step (sebelum 2024) yang lambat untuk project besar
  • Tegangan dengan ESM/CJS dual-package hell

Tapi dibanding pilihan lain — kembali ke JavaScript murni — pajaknya kecil.


Tahun ke-13 TypeScript adalah tahun di mana ia berhenti membutuhkan pembelaan. Tidak ada lagi "kenapa pakai TypeScript?" yang serius. Pertanyaannya berbalik: "kenapa tidak?"

Dari eksperimen Microsoft yang ditertawakan banyak orang di 2012, jadi salah satu pengaruh terbesar dalam cara dunia menulis software web hari ini.

Yang dimulai dengan slogan "JavaScript yang diketik", sekarang sering dilihat sebagai standar yang JavaScript itu sendiri belum berhasil capai.

Tulisan terkait

Mungkin terkait

Berdasarkan kemiripan isi tulisan.