Roger Wenas

1 Mei 2026 241 kali dibaca

Teknologi Framework Web

Beda Klien, Beda Framework

Astro untuk klien luar yang minta white-label cepat. React dan Vue untuk situs pemerintah yang sudah jalan dari 2020. Svelte untuk blog ini. Bukan soal loyal ke satu framework — soal pilih yang cocok untuk pekerjaannya.

Saya tidak pernah setia ke satu framework.

Selama satu dekade ini, project yang saya bantu pakai berbagai framework. Tergantung kebutuhan klien, tergantung tahun mulai project, tergantung tim teknis yang akan maintain.

Berikut peta singkat dari yang saat ini masih aktif.


Astro (lahir 2021) — beberapa klien luar negeri yang minta white-label landing page atau marketing site. Astro sweet spot di sini: konten-heavy, SEO penting, JavaScript runtime minimal. Filosofi islands architecture — page mostly statis, hanya bagian interaktif yang dihidrasi — cocok untuk klien yang prioritas bukan rich app, tapi load time dan ranking Google.

Astro 5 (rilis akhir 2024) menambahkan content layer yang membuat headless CMS integration lebih clean. Untuk klien yang mau ganti backend (Sanity, Contentful, Strapi, Notion) tanpa rewrite frontend, Astro fleksibel.

White-label artinya satu codebase, banyak deployment dengan branding berbeda. Dengan Astro + variabel CSS theme + content driver yang berbeda per klien, satu base bisa jadi 20 site dengan effort minimal.


React (lahir 2013) — beberapa situs pemerintahan yang saya bantu maintain sejak 2020 masih menggunakan React. Saat itu pilihan default untuk dashboard admin internal. Stack: React 18 + Redux + Material UI + REST API ke backend Laravel.

Migrate ke framework lain tidak masuk akal. Tim internal sudah terbiasa, dokumentasi internal lengkap, ratusan komponen sudah ditulis. Yang saya lakukan: maintenance, bug fix, security patch React + dependency, kadang fitur baru.

React 19 (rilis Desember 2024) membawa Actions, hooks baru, dan compiler eksperimen. Beberapa project klien sudah migrate ke React 19; sebagian lain stuck di 18 karena dependency belum kompatibel.


Vue (lahir 2014) — situs pemerintah lain yang sejak 2020 dibangun di Vue 2 + Element UI. Tim tersebut waktu itu lebih familiar dengan template-based approach Vue dibanding JSX-nya React.

Vue 2 EOL akhir 2023. Migrasi ke Vue 3 belum selesai sepenuhnya untuk semua project — ada breaking change yang butuh refactor besar (composition API, slot syntax, reactive system internal).

Tugas saya sekarang: navigasi migrasi bertahap. Page baru ditulis di Vue 3, page lama di-migrate satu per satu. Dependency yang Vue 2-only diganti dengan equivalent Vue 3.


Svelte (lahir 2016) — untuk blog ini sendiri. Pilihan saya, untuk project saya. Sudah saya tulis terpisah di artikel “Akhirnya, Svelte”.


Yang saya pelajari setelah bertahun-tahun lompat antar framework:

Pilihan framework jarang murni teknis. Sering dipengaruhi tim yang akan maintain, ekosistem komponen yang tersedia, klien yang sudah commit, dan trend industri saat project dimulai.

Tidak ada framework yang selesai dipelajari. React 2024 berbeda dari React 2018. Vue 3 berbeda dari Vue 2. Svelte 5 berbeda dari Svelte 3. Yang konstan: terus update.

Yang penting bukan framework, tapi pola. Component composition, state management, side effects, server/client boundary — pola-pola ini muncul di setiap framework dengan nama berbeda. Yang menguasai polanya bisa pindah framework dalam minggu, bukan bulan.


Klien menanyakan: “Pakai framework apa?” Saya jawab: “Tergantung project Anda.”

Itu jawaban yang membosankan. Tapi paling jujur.

Tulisan terkait

Mungkin terkait

Berdasarkan kemiripan isi tulisan.