30 Apr 2026 106 kali dibaca
Apa yang Ruby Tinggalkan
Ruby tidak mati. Tapi ekosistem yang dulu mengaguminya sudah pindah, dan yang tertinggal adalah pelajaran tentang cara bahasa kehilangan momentum.
Ruby pertama rilis 1995 — sebelum PHP 3, sebelum Java jadi mainstream, sebelum web seperti yang kita kenal. Dibuat Yukihiro "Matz" Matsumoto di Jepang dengan satu prinsip: programmer happiness.
Bahasa yang menyenangkan ditulis. Sintaks bersih. Filosofi "minimal surprise". Selama satu dekade, Ruby tetap niche — populer di Jepang, sedikit di luar.
Lalu Rails datang.
- David Heinemeier Hansson rilis Ruby on Rails sebagai hasil ekstraksi dari Basecamp. "Convention over configuration." Generator yang scaffold seluruh aplikasi web dalam menit. Active Record yang menutupi SQL. View, controller, routing — semua sudah jadi.
Tahun 2007, Rails meledak. Twitter dibangun di Rails. Shopify, GitHub, Airbnb, Hulu, Bloomberg, Square, Square Cash. Era startup Silicon Valley 2008–2015 sebagian besar ditulis dalam Rails.
Kontak pertama programmer dengan web programming sering kali Rails. Buku "Agile Web Development with Rails" jadi best-seller berbahasa pemrograman.
- Twitter mengumumkan migrasi backend dari Rails ke JVM (Java + Scala). Alasan-nya teknis: skalabilitas, garbage collection, concurrency. Mereka tetap menyimpan beberapa komponen di Rails, tetapi inti pesan jelas — Rails punya batas.
Itu pertama kalinya komunitas tech mainstream membicarakan Ruby di pernyataan masa lalu.
Apa yang menggerus Ruby selama 2012–2020:
Tipe. Python punya mypy dan type hints. JavaScript punya TypeScript. Bahkan PHP menambahkan strict typing di 7.x. Ruby tetap dynamic-only. RBS dan Sorbet datang akhirnya, tetapi optional, tidak seragam, dan tidak pernah benar-benar diadopsi luas.
Concurrency. GIL Ruby membatasi paralelisme threading. Sementara Go dengan goroutines, Node dengan async/await, Elixir dengan BEAM — semua menjual concurrency sebagai fitur dasar. Ruby coba dengan Ractor (Ruby 3.0, 2020), tetapi tidak pernah menyebar luas.
Performa runtime. Ruby lambat. Untuk era startup yang prioritasnya developer velocity, itu tidak masalah. Untuk era cloud yang harga compute dihitung per detik, itu ongkos.
Deployment. Mass-spawning Ruby workers (Unicorn, Puma) dengan memory footprint besar terasa tua dibanding container Go satu binary, atau Node fungsi serverless.
Yang masih tersisa Ruby:
Shopify mungkin pengguna Ruby terbesar di dunia, dan mereka tetap setia. Mereka berinvestasi besar pada YJIT (just-in-time compiler Ruby), mempekerjakan kontributor inti, mendorong perbaikan performa di Ruby 3.x. Berkat Shopify, Ruby modern dua-tiga kali lebih cepat dari Ruby 2.x.
Rails masih hidup. DHH tetap aktif. Versi 8.0 rilis 2024 dengan Solid Queue, Solid Cache, Kamal — semua menggantikan ketergantungan pada layanan eksternal. Filosofi "majestic monolith" masih punya pengikut.
GitHub masih banyak Ruby (walau sudah memindahkan banyak komponen ke Go). Stripe masih Ruby + Sorbet. Basecamp dan Hey masih Rails sepenuhnya.
Yang menarik: ekosistem Rails meninggalkan jejak yang lebih besar dari kode-nya sendiri.
Convention over configuration. Active Record pattern. Migration sebagai kelas pertama. RESTful routing default. Asset pipeline. Semua menjadi vokabulari standar di setiap framework web modern. Django, Laravel, Phoenix, NestJS — semua belajar dari Rails.
Bahkan TypeScript-first frameworks seperti Next.js dan Remix mengakui DNA Rails di pendekatan-nya.
Apa yang Ruby tinggalkan, akhirnya, bukan lubang. Tapi pola pikir.
Filosofi bahwa developer experience adalah deliverable utama — bukan tambahan, bukan after-thought — dimulai serius dengan Ruby dan Rails. Setiap ergonomis trick di tools modern (pnpm, bun, deno, cargo) ngutang ke generasi yang dulu meng-amini "minimal surprise".
Ruby tidak mati. Ia tinggal di mana ia paling cocok: backend monolith yang dirawat tim kecil, di perusahaan yang menghargai stabilitas lebih dari trend.
Yang tertinggal adalah pelajaran: bahasa yang dipakai banyak orang tidak otomatis kehilangan dirinya saat tren bergeser. Ia bisa pulang ke ceruk yang melahirkannya.