Roger Wenas

18 Jan 2026 ยท 23.787 kali dibaca

Pagi, Sabtu ๐Ÿ˜Ž

Kafe ini pernah ramai. Sekarang lebih sepi, atau saya yang datang lebih pagi.

Kopi susu. Tidak panas, tidak dingin. Pas.

Di luar Sudirman belum sibuk. Sabtu memang begitu. Beberapa pelari lewat, satu tukang sapu, satu motor antar paket.

Saya buka laptop. Layar putih. Tutup lagi. Buka. Tutup lagi.

Pelan-pelan saya tulis kalimat pertama, lalu hapus. Tulis lagi, hapus lagi.

Akhirnya saya biarkan kursor berkedip. Tidak buru-buru.

Pelayan datang tanya mau pesan apa lagi. Saya bilang nanti dulu. Dia ngangguk, balik ke counter.

Di luar matahari mulai di atap gedung sebelah. Cahayanya jatuh di meja. Saya tutup laptop. Minum sisa kopi.

Mungkin minggu depan saya kembali ke kafe ini. Mungkin tidak.