Ke Mana Kucing-Kucing Pasar Senen Pergi?
18 Mar 2026 · 7 menit baca
Sepuluh tahun lalu, kalau kamu lewat gang belakang Pasar Senen pukul sebelas malam, kamu akan ketemu paling tidak dua puluh kucing. Mereka penguasa malam itu — tidur di atap gerobak, bertengkar pelan di lantai pasar yang baru disapu, mengintip dari celah kios yang sudah ditutup.
Bulan lalu saya kembali ke sana. Pasar Senen sudah direnovasi. Lantai keramik, lampu LED, kios-kios beraturan. Bersih.
Tidak ada satu pun kucing.
Pak Eman
Saya tanya Pak Eman, tukang parkir di lantai dasar yang sudah dua puluh tahun di sana. Dia tertawa sambil mengangkat bahu.
"Kucing pergi karena tikus pergi, mas. Tikus pergi karena makanan tidak buang lagi sembarangan. Sekarang serba plastik tertutup. Kucing tidak punya alasan."
Saya tidak yakin apakah itu jawaban yang benar, tetapi saya percaya itu benar.
Kota berubah dengan cara yang tidak kita perhatikan, sampai sesuatu yang kita anggap latar belakang tiba-tiba hilang dan baru kita sadari ada.